Developer bangunan = developer aplikasi ??


Dalam ranah pembuatan aplikasi, entah desktop, web atau pun mobile..ternyata bisa disamakan dengan membangun sebuah rumah. Secara konsep atau pun detail pengerjaan, membuat aplikasi memang lebih tepat disebut membangun…sehingga jangan bingung jika mereka menyebut diri juga DEVELOPER.

Apabila tahap membuat sebuah rumah, didahului sebuah perencanaan (ini lebih tepat untuk wilayah orang arsitek), kemudian tahap pembangunan oleh orang sipil yang semua harus mengacu pada desain/skema dari orang arstitek tadi.

Sebelum membuat rancangan desain bangunan, tentunya juga memerlukan studi lapangan, terkait lingkungan, amdal dll. Kemudian disesuaikan dengan konsep dan fungsionalitas bangunan itu.

Serupa dengan itu,..membangun aplikasi, mesti melakukan studi lapangan, ato dikenal dengan Analis System. Membuat rancangan alur sistem dan struktur database. Dalam wilayah ini, lebih sering disebut tahap analisa dan normalisasi tabel, yaitu berdasar dari berkas laporan dan atau transaksi lain yang ada.

Dan tahap membangun secara realita, mulai dari mengaduk semen,menata batu dll hampir sama dengan ”tukang jahit”/ngCoding yang sering betah lama2 di depan monitor.

Foto ini adalah contoh developer bangunan…dari mas Rifai Nur Arifin dan mas Wintolo
Ada di daerah Bakung, Ngoto Bantul…ada yang berminat, silakan kontak langsung beliau.

baca juga https://rumahkode.wordpress.com/2013/03/19/aplikasi-manajemen-kontraktordeveloper-projek-bangunan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: