No Meja dalam Sistem Informasi Restoran


Restoran bisa diibaratkan sebuah usaha yang ada proses produksinya, sehingga pendekatan sistem bisnis adalah sebuah manufaktur. Perbedaan yang mendasar dari manajemen restoran adalah, tidak ada (=baca terlalu ribet dan tidak ada waktu) pencatatan proses produksi terkait dari bumbu2 atau bahan yang kecil-kecil.

Pada prinsipnya, seorang owner sudah dapat memperkirakan omzet kotor dari bahan mentah utama yang dibeli/dimasak. Sehingga transaksi terkait mutasi bahan adalah bahan baku yang bersifat utama saja. Dan semua pengeluaran terkait pembelian bumbu-bumbu dan rempah, dicatatkan dalam modul kas kecil atau dalam akuntansi pada jurnal umum saja.

Dalam pelayanan sebuah restoran,terdapat informasi no meja yang mesti dicatat, sebagai pedoman untuk waitress menagih pemabayaran,.dengan menyerahkan nota sesuai no meja nya.

Pada gambar berikut, adalah contoh sebuah aplikasi Kasir, yang mempunyai transaksi berupa paket Tour Travel, yang mesti dicatat no kedatangannya dan siapa Tour Leader nya. Hal ini untuk menentukan reward para pembawa tamu yang datang di restoran ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: