MVC lebih rumit dari IDE ?


Jika anda pernah belajar pemrograman, dan mencoba membandingkan pemrograman berbasis IDE dengan yang tidak. IDE adalah integrated development environment (mohon koreksi jika salah), yaitu suatu fitur di compiler yang dilengkapi dengan bagian desain form, database dan penulisan script coding. Contoh yang paling mudah compiler IDE ini adalah visual basic. Anda dengan mudah dapat mengatur letak objek text box dan command button yang anda inginkan, cukup dengan click and drag. Apabila anda ingin ngCoding, cukup dengan double klik di objek yang dianggap ada event nya, secara otomatis compiler akan menyediakan tempat untuk menulis coding tersebut. Saat anda ingin melihat hasil kerjaan, cukup dengan tekan F5 maka project akan menampilkan sesuai yang anda desain tadi, ibarat yang anda desain sesuai yang anda inginkan.
Bagaimana dengan develop web dengan konsep MVC. Aplikasi web dengan konsep ini, akan memisahkan bagian untuk desain layout, database dan tempat script codingnya. Oleh karena web base, akan diupload hasil kerjaan kita di hosting(baca: server) maka, secara umum, berisi file .php dan sebagian css untuk desain.
Apabila masih di localhost (offline), semua kerjaan akan dipisah dalam folder tertentu. Dan dengan menggunakan notepad ++, kita mendesain. Desain disini, berbeda dengan konsep IDE, karena tidak ada desain visula yang jelas terlihat. Sehingga di tahap ini, kita harus paham dulu dengan framework nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: